Di Indonesia jamur hanya tumbuh secara alami pada musim hujan, karena jamur membutuhkan suhu untuk tumbuh yang lembab. Di masyarakat ternyata banyak yang membutuhkan jamur sebagai cemilan atau sebagai olahan lainnya, sedangkan persediaan di alam semakin terbatas, maka dari itu ada sebagian orang yang melihat peluang ini dan berinisiatif untuk membudidayakan jamur konsumsi. Budidaya jamur konsumsi ini, baru dimulai berturut-turut dibudidayakan jamur kuping, jamur shitake, jamur merang dan jamur tiram. Khusus jamur tiram banyak petani yang membudidayakan. Adapun kegiatan pembudidayaan jamur konsumsi, ternyata dapat menciptakan pekerjaan baru dibidang pertanian.
Baca Juga : 10 Ide Kreatif Produk Makanan dari Jamur yang Bisa Menjadi Peluang Bisnis
Menurut berbagai Jurnal, hasil dari penelitian pada budidaya
jamur tiram, ternyata di samping dapat dikonsumsi, sebagai obat berbagai macam
penyakit juga dapat mendatangkan keuntungan yang sangat menggiurkan, baik
dilakukan dalam skala kecil maupun skala besar dan ini menjadikan salah satu
peluang usaha yang cukup baik bagi pelaku usaha.
Potensi
dan Prospek Bisnis Budidaya Jamur
Permintaan jamur di Indonesia yang begitu besar terutama yang
berasal dari kota-kota besar, namun kota-kota kecilpun meningkat terutama
permintaan datang dari restorant yang khusus olahan makanan berbahan jamur. Indonesia
berpotensi menjadi salah satu negara produsen jamur konsumsi (edible mushroom) karena memiliki berbagai jenis
jamur yang bergizi tinggi dan dapat digunakan sebagai produk kesehatan dan
menjadi salah satu potensi untuk penerimaan negara.
Bahkan
jamur menjadi salah satu bahan pangan yang dapat diekspor ke pasar
internasional. Beberapa negara tujuan ekspor jamur adalah Hongkong, Oman,
Malaysia, Rusia, Timor Leste, Singapura, Amerika Serikat, Vietnam, dan Saudi Arabia.
Dikutip dari Swadaya, ekspor jamur rata-rata mencapai 5.300 ton dengan nilai
transaksi sebesar US$ 9 juta. Jumlah tersebut tentu masih dapat dimaksimalkan
apabila produksi jamur dalam negeri ditingkatkan.
Peneliti Jamur (LIPI), Iwan Saskiawan mengatakan jamur
memiliki keunggulan dalam budidaya dan berpotensi tinggi dalam peningkatan
produksi nasional. Keunggulan budidaya jamur ini, kita menggunakan limbah
tetapi tidak menghasilkan limbah. Limbah yang kita gunakan misalnya dari jerami
padi, serbuk gergaji kemudian limbah tekstil kapas dan lainnya. Perputaran uang
dalam bisnis jamur cukup cepat. Dalam sebulan jamur merang sudah panen dan
dijual.
Sayangnya, tingginya tingkat permintaan jamur ini belum
diimbangi dengan volume produksi yang tersedia. Meski banyak kaum muda yang
telah melek dengan budidaya jamur, namun produksi yang dihasilkan belum mampu
memenuhi jumlah permintaan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa peluang bisnis
budidaya jamur ini memiliki prospek yang bagus ke depannya. Sebab, banyak
permintaan yang masih belum terpenuhi.
Tahapan Budidaya Jamur
Untuk menjadi seorang pebisnis budidaya jamur yang sukses, Anda
harus memahami betul caranya. Pada prinsipnya budidaya jamur dapat dikatakan
gampang-gampang susah. Meski tak membutuhkan keahlian khusus, namun tetap saja
harus didukung dengan pengetahuan yang memadai agar bisa berkembang dan sukses.
Berikut tahapan dalam budidaya jamur yang harus Anda lakukan.
1. Menyiapkan Bibit Jamur
Bibit
jamur menjadi bahan baku utama dalam bisnis budidaya jamur. Sebab itu, langkah
pertama dalam budidaya jamur yang harus dilakukan adalah menyiapkan bibit jamur
yang berkualitas unggul. Pentingnya memilih dan menyiapkan jamur yang
berkualitas unggul agar tanaman jamur dapat berkembang dengan hasil yang baik dan
memuaskan.
Bagaimana
caranya menyiapkan bibit jamur yang berkualitas unggul? Anda dapat membeli bibit jamur secara langsung dari petani yang
sudah melakukan budidaya jamur sejak lama. Dengan begitu, bibit jamur yang
disiapkan telah memiliki reputasi yang baik. Umumnya jenis bibit jamur yang
digunakan untuk budidaya adalah keturunan F2, yakni bibit jamur yang dikenal
unggul dan memiliki produktivitas tinggi.
2. Menyiapkan Kumbung
Kumbung
secara sederhana dapat dikatakan sebagai rumah jamur, yakni ruangan yang
disediakan untuk merawat baglog sekaligus menumbuhkan jamur. Baglog sendiri
adalah media tanam bagi bibit jamur. Sebagai rumah jamur, kumbung dibuat
seperti bangunan kandang yang rapat tanpa ventilasi yang di dalamnya terdapat
susunan rak yang digunakan untuk meletakkan baglog.
Bangunan
kumbung harus rapat agar tidak terkontaminasi oleh mikroba lain, sehingga
mengganggu pertumbuhan jamur. Selain itu, suhu dan kelembaban kumbung juga
harus senantiasa terjaga agar jamur dapat tumbuh dengan subur. Suhu kumbung
diatur antara 22 – 28oC dengan tingkat kelembapan yang berkisar 80%
- 90%.
Sementara
rak-rak yang digunakan untuk menempatkan baglog dibuat secara bersusun tingkat.
Tujuannya agar dapat menyimpan baglog lebih banyak. Idealnya ukuran lebar rak adalah
40 cm dengan panjang sekitar 1 meter. Ukuran rak tersebut bisa menampung
setidaknya 80 baglog.
3. Membersihkan Kumbung
Ketika
bangunan kumbung telah siap, bukan berarti bisa langsung digunakan untuk
menempatkan baglog, karena harus dilakukan pembersihan kumbung terlebih dahulu
agar steril. Proses pembersihan kumbung mencakup aktivitas sebagai berikut.
Membersihkan
seluruh area kumbung beserta rak-rak yang telah disiapkan dan pastikan tidak
ada kotoran yang menempel.
Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung, kemudian diamkan selama 2 hari dalam kondisi kosong.
Setelah 2 hari, pastikan bau fungisida telah hilang, sehingga proses penempatan baglog pada rak-rak di dalam kumbung dapat dilakukan.
4. Menyiapkan Baglog
Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bahwa baglog merupakan media tanam bagi bibit jamur. Baglog terbuat dari serbuk gergaji yang dibungkus dengan plastik berbentuk silinder. Pada salah satu ujung baglog dilubangi sebagai area bagi jamur untuk tumbuh dan menyembul keluar.
Anda bisa membuat baglog sendiri apabila memiliki bahan bakunya. Namun jika tidak mau repot dan ingin lebih praktis, maka bisa membelinya dari pihak lain, baik toko perlengkapan pertanian maupun petani jamur skala besar. Jadi, Anda bisa lebih fokus pada proses budidaya jamur saja.
5. Menata dan Merawat Baglog
Baglog
yang telah siap dan telah ditanami dengan bibit jamur, maka bisa langsung
ditata dan ditempatkan pada rak-rak di dalam kumbung. Penataan baglog bisa
dilakukan secara vertikal maupun horizontal. Namun pada umumnya, banyak petani
jamur yang menata baglog secara horizontal, di mana lubang baglog menghadap ke
samping. Penataan baglog secara horizontal dianggap lebih praktis, karena
selain mampu menampung baglog lebih banyak, nantinya proses panen jamur juga
dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Selain
menata baglog pada susunan rak di dalam kumbung, Anda
juga harus merawat baglog dengan cara sebagai berikut.
Pastikan
Anda membuka bagian cincin dan kertas penutup baglog sebelum menatanya di rak.
Diamkan baglog yang sudah ditata di rak selama 5 hari. Apabila lantai kumbung
terbuat dari tanah, lakukan penyiraman agar kelembaban ruangan kumbung tetap
terjaga.
Potong
ujung baglog untuk memperbesar lubang yang menjadi ruang tumbuhnya jamur, lalu
diamkan selama 3 hari. Ingat bahkan selama proses tersebut baglog tidak boleh
disiram.
Setelah 3 hari, lakukan penyiraman baglog menggunakan sprayer dengan membentuk kabut. Proses pertumbuhan jamur akan semakin baik apabila pengabutan dilakukan dengan sempurna. Untuk menjaga suhu dan kelembaban kumbung, Anda bisa menyiram baglog sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari.
6.
Memanen Jamur
Jika proses budidaya jamur dilakukan
dengan benar, maka Anda bisa segera memanen hasilnya. Jamur
tergolong sebagai tanaman yang mengalami pertumbuhan cukup cepat. Mulai dari
pembukaan tutup baglog, jamur tumbuh dan siap panen dalam waktu 1 hingga 2
minggu saja. Untungnya lagi, Anda dapat memanen jamur sebanyak 5 hingga
8 kali dalam satu baglog.
Baglog yang telah digunakan tidak
dapat kembali difungsikan sebagai media tanam bibit jamur baru. Artinya, baglog
tersebut harus dibuang atau bisa juga dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.
Prinsipnya, budidaya jamur ini tidak ada yang mubazir, karena semua bahan dan
peralatan dapat dimanfaatkan kembali.
Tips Budidaya Jamur agar Tumbuh Subur
Meski
mudah tumbuh, bukan berarti jamur tidak butuh perawatan. Agar hasil budidaya
maksimal dan menguntungkan, maka Anda
harus melakukan perawatan. Berikut tipsnya.
1.
Perhatikan Suhu dan Kelembaban
Jamur
dapat tumbuh dengan subur di mana saja, selama suhu dan kelembaban lingkungan
di sekitarnya mendukung pertumbuhannya. Suhu yang paling baik untuk pertumbuhan
jamur adalah kurang dari 28oC dan tingkat kelembaban 80% - 90%.
2. Hindari Cahaya Matahari Langsung
Bangunan
kumbung meski dibuat sederhana dari kayu, bambu, papan, dan genteng harus
tertutup rapat. Tujuannya agar baglog yang tersimpan di dalamnya tidak terkena
cahaya matahari langsung. Bahkan jamur di alam liar pun umumnya tumbuh di bawah
naungan pepohonan rindang. Sebab tingkat kelembaban tinggi menjadi syarat utama
bagi tumbuh suburnya jamur. Maka dari itu, biasanya kumbung dibangun di tempat
yang lembab, seperti dekat kamar mandi dan kebun atau halaman belakang
rumah.
3.
Menjaga Baglog agar Tidak Kering
Baglog
yang terbuat dari serbuk kayu umumnya mudah cepat kering. Nah, ini
yang harus diwaspadai. Anda harus menjaga
baglog agar tetap basah dan lembab, dengan menyemprot baglog sebanyak 2 – 3
kali sehari, tergantung pada suhu dan kelembapan kumbungnya. Namun ingat bahwa
penyemprotan baglog hanya bisa dilakukan setelah masa tunggu 3 hari, sejak
baglog ditempatkan di rak kumbung. Sebelumnya, Anda
dapat menyemprot area lantai kumbung saja.
4. Hindari Hama Jamur Tiram
Seperti
jenis tanaman lainnya, jamur pun berisiko terkena hama. Nah, untuk
menghindarinya, Anda bisa menyemprotkan
insektisida pada jamur yang mulai tumbuh. Jika menemukan jamur yang terkena
hama, maka segera pisahkan agar tidak menjangkiti dan merusak seluruh tanaman
jamur yang ada.
5. Tingkatkan Keuntungan dengan Mengolah Jamur
Salah
satu keuntungan budidaya jamur adalah hasilnya bisa dijual tidak hanya dalam
kondisi segar, tetapi juga olahan. Misalnya jamur dikemas dalam kaleng supaya
lebih awet, atau dibuat dalam bentuk bubuk menjadi kaldu jamur. Selain itu,
jamur juga bisa diolah menjadi sate jamur, berbagai olahan masakan, dan lain
sebagainya.
6.
Monitoring dan Evaluasi
Catat
setiap tahapan dan hasil panen untuk evaluasi dan pengembangan di masa depan.
Hal-hal apa yang menjadi kendala selama masa pembudidaya. Catat kemudian bisa
didiskusikan dengan teman-teman komunitas atau mencari tahu solusinya di
internet.
Budidaya jamur menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.
Selain pengerjaannya cukup mudah, juga tidak membutuhkan banyak ruang. Bahkan
budidaya jamur ini bisa dilakukan di rumah. Bagi Anda yang memiliki halaman
kosong di rumah bisa dimanfaatkan untuk budidaya jamur. Selain bisa untuk
kebutuhan sendiri, bisa juga dikembangkan menjadi bisnis yang menguntungkan.
Demikian Penjelasan kami mengenai Untung Puluhan Juta dari Budidaya Jamur : Bagaimana Caranya??. Save dan Share artikel ini jika merasa
artikel ini dapat membantumu atau temanmu. Yuk Jadi Pengusaha, Salam Pengusaha.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar